Skip to main content

ANA AL HAQ SIRI DUA WAJIBUL WUJUD

ANA AL HAQ SIRI DUA WAJIBUL WUJUD
"ANA AL'HAQ" : SIRI 2 WAJIBUL WUJUD (Yang Pasti Ada)
Yang ada hanya Allah.
Tiada yang lain.
Yang lain tidak ada,

TAUHID ialah mengetahui SATU,
Melihat SATU dan menjadi SATU AKU SATU dan Tiada sekutu DenganKU.

Walaupun ada bertingkat-tingkat dari segi BADAN, AKAL, RUH, SIRR, NUR, DZAT,
hakikat kita bukanlah salah satu dari tingkat-tingkat itu tetapi adalah Dzat itu sendiri.

HAKIKAT MUHAMMAD ialah Kepala Pancuran semua Manifestasi (Jauhar Awwal)
Meskipun Muhammad didalam badan, hakikatnya adalah hakikat seluruh Alam.

Keturunannya ialah :
Seluruh Alam
Wali-Wali
Malaikat-Malaikat
keturunan yang lahir dari Jasadnya.
Ulama Syariat berpendapat Wujud itu ada dua :
PERTAMA - Satu Yang Asal yakni Allah.
KEDUA - Yang dijadikan atau Baharu Yakni Yang dijadikan Allah dari Tiada

Ulama Hakikat berpendapat :
Benda-benda Wujud bukan dari Tidak Ada tetapi adalah dari A'YAN SABITAH
(bentuk-bentuk tetap dalam Ilmu Allah)
Yaitu dari Wujud Allah.

Perintah KUN hendaklah pada benda yang ADA. Yang Tidak Ada Tidak dapat menerima Perentah KUN itu. Lain-Lain perbedaan Prinsip Ulama Syariat dan Ulama Hakikat :
Ulama Syariat mengatakan Wujud Kejadian berbeda dengan Wujud Allah.
Para Sufi mengatakan Tiada Perbedaan Hanya Satu Jua Yaitu Wujud Mutlak Allah

Ulama Syariat mengatakan bahwa kejadian sari ADOM.
Para Sufi mengatakan Yang Diperintah itu mestilah ada atau Wujud untuk menerima perintah dan ini ialah A'YAN SABITAH.

Yang ketiga ialah HU HU (Dia Dia) dan KAANAHU (Seperti Dia)
Ulama Syariat mengatakan dalam Fana' Makhluk menjadi KAANAHU (seperti Dia) dan bukan HU HU (Dia Dia)

Ulama Hakikat menyatakan :
"Wujud tidak lebeh dari Satu. Yang sama itu menzahirkan kepada DiriNya dengan DiriNya seperti air menzahirkan dirinya dalam bentuk ais"

Jadi Tiada Yang Fana' hanya Hu Hu. Yang lain tidak lebih dari hanya Nama-Nama dan benda-benda pada pikiran saja.
Hakikatnya Dia Yang Satu.

Semua Nama-Nama adalah Penzahiran daripada satu hakikat.
Kadang-Kadang hakikat itu lautan,
kadang-kadang buah,
kadang-kadang ombak,
kadang-kadang ais
kadang-kadang salju,
kadang-kadang Allah,
kadang-kadang Makhluk

Nama itu banyak .. Yang dinamakan itu hanya "Satu"
Bentuk-bentuk adalah DiriNya sendiri Pada Zahirnya dan Pada Hakikatnya.
Semua benda benda Wujud karena WujudNya Allah.
Dengan sendirinya mereka itu Tidak Ada.
Huruf tidak ada, Yang ada ialah Dakwat.
Yang Tidak Ada ialah cerminnya Wujud Mutlak
-Mumtanul Wujud - Ada Yang Negatif = Cermin
-Mumkinul Wujud - Ada Yang Mungkin = Bayangnya
-Wajibul Wujud - Yang Pasti Ada = Orangnya.

Ulama Syariat mengatakan Wujud benda-benda (dunia) adalah Tambahan pada Dzat.
Para Sufi mengatakan Wujud Mutlak ialah Allah. Pembatasannya ialah Dirinya sendiri.

Dzat mengetahui Dirinya sendiri..
-Dari segi mengetahui :
Dia Menjadi wajib. Pelaku tanpa kualiti, Pencipta Yang Berkuasa dll
-Dari segi Diketahui :
Dia menjadi Yang Dilakukan.
Yang diberi kualiti. Yang Dijadikan tanpa kuasa yaitu "Hakikat Insan"

Surah Al-Hadid : 04 "Dan Dia bersama kamu dimana saja kamu berada".
(Qs.Al-Hadid : 4)

Allah ialah hakikat semuanya.
Hakikat segala-galanya tiada yang kecuali.
Apabila Allah beserta dengan semua, Dia juga tanpa semua.
Selagi engkau Wujud dalam pandanganmu,
"DIA TIADA NAMPAK" dan apabila kamu tidak Wujud dalam pandanganmu
"DIA-LAH YANG ANDA NAMPAK".
Allah menzahirkan Dirinya pada sesuatu benda yang dicari oleh seseorang itu.
Tajallinya tidak terkira banyaknya.
Penyembahan Yang Terhad oleh Yang Terhad adalah Syirik!

Assalamualaikum

Comments

Popular posts from this blog

"Makna huruf Hijaiyah" Dalam Diri

"Makna huruf Hijaiyah" Dalam Diri Huruf Hijaiyah kaitannya dengan Martabat Ketuhanan, . 1. Alif. ﺍ = Tidak ada Tuhan selain Allah. . 2. Baa ﺏ = Yang Awal dan yang Akhir, yang Buka dan yang Tutup. . 3. Taa ﺖ = Yang maha menerima taubat dari seluruh hambanya. . 4. Tsa ﺙ = Yang maha menetapkan bagi semua mahluk. . 5. Jim ﺝ = Yang maha agung, dan terpuji serta suci akan seluruh nama-namanya. . 6. Kha ﺡ = Yang haq, maha hidup, penyayang dan kekal. . 7. Kho ﺥ = Yang maha mengetahui akan seluruh perbuatan hamba-hambanya. . 8. Dal ﺪ = Yang maha memberi balasan kepada hambanya baik atau buruk. . 9. Dzal ﺫ = Yang maha memiliki seluruh keagungan dan kemuliaan. . 10. Ro. ﺭ = Yang maha lemah lembut terhadap hamba-hambanya. . 11. Dzai ﺯ = Yang merupakan hiasan hamba terhadap khaliknya. . 12. sin ﺲ = Yang maha mendengar dan maha melihat. . 13. Syuin ﺶ = Hanya kepada Allah seorang hamba bersyukur. . 14. Sot ﺹ = Yang maha benar akan...

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH

MENGENAL TUJUH MAQOM LATIFAH Al-Imam Muhammad Al-Ghazali Dalam Kitab Ihya Ulumudin Juz 3 Telah Membahagikan Nafsu Dalam 7 Tingkatan Yang Dikenal Dengan Istilah "Marotibun-Nafsi" Tempat-tempat dimana nafsu Ini bersemayam dalam dunia sufi niasa dinamakan sebagai "Lathifah", yaitu sebuah titik halus dalam diri kita yang keberadaannya tersebar pada tubuh kita... (1) Nafsu Ammarah : Tempatnya Adalah "Ash-Shodru" Artinya DADA. Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut : 1. Al-Bukhlu Artinya Kikir Atau Bakhil 2. Al-Hirsh Artinya Tamak Atau Rakus 3. Al-Hasad Artinya Hasad 4. Al-Jahl Artinya Bodoh 5. Al-Kibr Artinya Sombong 6. Asy-Syahwat Artinya Keinginan Duniawi (2) Nafsu Lawwamah : Tempatnya Adalah "Al-Qolbu" Artinya HATI Tepatnya dua jari di bawah dada kiri. Adapun Pasukan-Pasukannya Sebagai Berikut : 1. Al-Laum Artinya Mencela 2. Al-Hawa Artinya Bersenang-Senang 3. Al-Makr Artinya Menipu 4. Al-'Ujb...

DIANTARA NAFI DAN ISBAT

DIANTARA NAFI DAN ISBAT Wahai Diri, ketahuilah bahwa Zikir LAA ILLAAHA ILLALLAH adalah Zikir Isbat, sedangkan yang dikatakan Nafi itu adalah dengan Engkau Menafikan diri Zahirmu ini tidak mempunyai hak atas sesuatu kecuali nyatanya hak Allah semata-mata LA HAYYUN, LA ILMU, LA SAMIUN, LA BASHIRUN, LA KADIRUN, LA MURIDUN, LA MUTTAKALLIMUN itu untukmu, BILHAKKI ILLALLAH karena semuanya Hak Allah semata-mata bukan hakmu Berawal LA itu adalah Nafi bagi Diri Zahirmu dengan satu pegangan Tubuh Zahir ini bukan Tubuh Engkau kecuali di Isbatkan dengan ILLA Yaitu menyatakan dengan suatu pegangan penyaksian yang mutlak bahwa yang Wujud pada Diri Zahirmu ini adalah yang Mengisbatkan kepada ILLALLAH Jadi bila dikatakan ILLALLAH berarti Engkau menyatakan dengan satu penyaksian yang mutlak bahwa diri batinmu itu adalah hanya Allah semata-mata Adapun Zikir ALLAH adalah Zikir Asma' dan sesungguhnya yang dikatakan zikir Asma' itu adalah karena nama ALLAH yang ber-Sifat dan ber-Dzat itu...